Social Icons

Sabtu, 14 November 2020

6 Perkara yang Menggerogoti Amal Sholeh

6 PERKARA YANG DAPAT MENGGEROGOTI AMAL-AMAL BAIK

1. الإشتغال بعيوب الخلق

Al istighlal bi’uyubil kholqi
(sibuk dengan aib orang lain) Sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

2. قسوة القلوب

Qaswatul qulub (hati yang keras) Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang. Sulit menerima nasehat.

3. حب الدنيا

Hubbud dunya (cinta dunia) 
Merasa hidupnya hanya di dunia aja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4. قلة الحياء

Qillatul haya’ (sedikit rasa malunya) Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5. طول الامل

Thulul amal ( panjang angan- angan) Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

6. ظلم لا ينتهي

Dzhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti) Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari 6 perkara ini sehingga tetap istiqomah dalam ketaqwaan...
Aamiin Ya Robbal'alamiin.

Disadur dari posting anonim wag.. 

Kamis, 11 Juni 2020

Ayah-Bunda dalam Al-Qur'an

oleh
Ust Abdul Aziz AR
(dari laman FB beliau) 

Apa beda   والديه dan ابويه  dalam alquran?

 Seluruh ayat di dalam Alquran. Kata والديه menununjukan ibu dan ayah.  Seluruh ayat dg tema burrul walidaain pasti disebut والديه

Sedankan ابويه  maksudnya ayah ibu.  Seluruh ayat waris disebut ابويه.
Kecuali dlm kisah Yusuf. Mengapa? Inilah penjelasannya:

لماذا لم يأتي ذكر أم سيدنا يوسف في سياق احداث السوره ولا مره الا في قوله ورفع أبويه علي العرش
وسجودها له في الرؤيا ..
لكن غير هذين الموضعين لا نجد لها اي ذكر
مع أن المفروض ان حزنها علي يوسف كان سيبلغ اضعاف حزن يعقوب الذي ابيضت عيناه وفقد بصره من شدة الحزن ..

Mengapa ibu nabi Yusuf tidak banyak disebut dalam kisah Nabi Yusuf AS kecuali hanya di dua tempat secara tersamar yakni di ayat 100 (wa rafa'a abawaihi...) dan di awal surat ketika Nabi Yusuf bermimpi 11 bintang, bulan dan matahari bersujud padanya? Di selain dua tempat itu mengapa tak ada penyebutan sama sekali? 

Padahal menyimak kisah Nabi Yusuf, mestinya kesedihan sang ibu akan berlipat lipat dibandingkan kesedihan Nabi Ya'qub sang ayah yang sampai kehilangan penglihatannya...

الاجابه ببساطه أن أم سيدنا يوسف ماتت وهي تلد أخوه الصغير بنيامين 
وبالتالي الأم التي رأها يوسف في الرؤيا هي زوجة أبيه التي ربته  وأم أخوته الذين تأمروا عليه 

Jawabannya sederhana, sebab ibu kandung Nabi Yusuf AS wafat saat melahirkan Bunyamin, saudara kandung Nabi Yusuf. Sehingga Ibu yang dia lihat dalam mimpinya, dan yang merawatnya adalah ibu tirinya, yang merupakan ibu kandung dari saudara-saudara nya yang hendak melenyapkannya

ولذلك طول الاحداث كان التركيز علي يعقوب لانه 
لان مهما كانت زوجة الاب متعاطفه مع يوسف لكن قلبها يحنو أيضا علي ابناءها ولن يقارن حزنها بحزن يعقوب

Itulah sebabnya di sepanjang kisah, fokusnya pada Nabi Ya'qub AS, ayah kandung Nabi Yusuf, sebab ibu tiri nabi Yusuf meskipun juga tetap menyayangi Nabi Yusuf, hatinya tertambat pula pada anak anak kandungnya, sehingga ia tidak merasakan kesedihan yang sama tingkatnya dengan kesedihan Nabi Ya'qub AS

لذلك تجد الروعه والبلاغه والدقه القرءانيه المدهشه حين قال يوسف في النهايه ..
ورفع أبويه علي العرش 
ولم يقل ورفع والديه علي العرش
لان كلمة والديه ستعني أمه المباشره من النسب

اما أبويه فتعني الاب والام لكن أمه التي ربته او زوجة ابيه وليست بالضروره أمه المباشره
كما ان استخدام كلمة الأبوين تشير الي الاب والام مع تغليب جانب الأب 

Karenanya kita mendapati indahnya sastra al quran dan detail bahasanya yang mengagumkan, ketika di ayat 100 dikatakan

ورفع أبويه علي العرش 

(dan Yusuf mempersilakan kedua orang tuanya untuk duduk di tempat duduknya)

ولم يقل ورفع والديه علي العرش

di situ dipilih kata ABAWAIHI bukan WALIDAIHI... 

اما الوالدين فتشير الي الاب والام أيضا لكن مع تغليب جانب الأم لان الولاده صفة الانثي

Sebab kata walidain itu artinya meskipun juga sama KEDUA ORANG TUA tapi sisi ibu lebih dominan, sebab Al wiladah/yang melahirkan itu sang ibu

(Sementara yang diminta Nabi Yusuf duduk di ayat ke 100 itu adalah ibu tirinya, bukan ibu kandung yang melahirkannya, maka dipilihlah kata Abawaihi)

ولذلك نفهم من هنا لماذا قال الله عز وجل
وبالوالدين إحسانا ولم يقل بالأبوين إحسانا لتزكية الأم علي الأب في الرعايه والإحسان والبر 

Itulah sebabnya dalam hal berbuat baik/Berbakti Allah SWT menggunakan kata WA BIL WALIDAINI IHSAANA, bukan WA BIL ABAWAINI IHSANA, Sebab ada penekanan (di ayat yang lain dan juga dalam hadis) agar lebih diutamakan bakti kepada ibunda yang telah melahirkan kita

ولماذا قال في الميراث لأبويه لكل واحد منهما السدس ولم يقل لوالديه لان في حال موت الأبن تزكية الاب أولي لانه من ينسب اليه الابن وينادي به كما أنه عائل الاسره من بعده

Sementara dalam ayat waris, mengapa digunakan kata WA LI ABAWAIHI dan tidak WA LIWALIDAIHI sebab dalam kondisi meninggalnya seorang anak, maka penyebutan/pengutamaan bapak lebih dominan sebagai kepala keluarga yang mana kepadanya lah Nasab dan panggilan keluarga di nisbahkan...

Masya Allah... indahnya bahasa al Qur'an. Tak mungkin ketelitian itu lahir kecuali dari detail mu'jizat dan firman-Nya. Dan inilah mengapa di awal surat yusuf, surat yang agung ini, di ayat ke 2, Allah berfirman :

"Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya" (Yusuf : 2)

Ya Allah karuniakan kepada kami kesungguhan mentadabburi dan memahami firman-Mu... Amiin

*diolah dari berbagai sumber
Wallahu'alam

Senin, 11 Mei 2020

USTAD PENCURI

Seorang Ustad diundang makan malam oleh sepasang suami istri di rumah mereka.

Setelah Ustad itu pergi, si istri berkata kepada suaminya, Uang kita hilang, aku pikir Pak Ustad yang mengambil uang 5 jt di meja itu.

"Padahal uang itu akan aku berikan untuknya."

Dengan marahnya si suami berkata, "Jika begitu dia pencuri !  Jadi kita tidak perlu datang ke pengajiannya lagi.

Dua bulan kemudian si wanita bertemu dengan Ustad itu di jalan dan dengan terpaksa menyapa Sang Ustad.

Ass. Wr. Wb. Pak Ustad, tentu anda menyadari bahwa sudah lama kami tidak hadir di pengajian karena kami marah padamu. 

Ketika anda makan malam di rumah kami, di meja ada uang 5 jt yang hilang, setelah anda pergi. 

Dan Pak Ustad adalah satu-satunya orang yang datang ke rumah kami hari itu.

Sang Ustad dengan tersenyum menjawab :
Ya benar aku yang mengambil uang itu dan menaruhnya dalam Al-Qur’an anda, agar tidak terkena tumpahan saus.

Maafkan saya kalau waktu itu saya tidak beri tau anda, karena saya pikir kalian tiap hari pasti buka Al-Qur'an.

Wanita itupun amat malu dan meminta maaf kepada sang Ustad.

Setelah Kembali ke rumah, dia mengambil Al-Qur'an  dan menemukan 5 jt berada di dalam Al-Qur'an  sudah selama dua bulan.

Selama dua bulan si wanita dan suaminya tidak pernah membuka dan membaca Al-Qur’an.

Selama dua bulan mereka telah menuduh Ustad-nya itu telah mencuri uang mereka.

Sahabatku semua......
Semoga kita tidak seperti kisah suami dan isteri diatas.

Jarang Membaca Al-Qur’an, berprasangka buruk dan menghakimi orang lain yang belum tentu bersalah.

Kamis, 07 Mei 2020

Bukan Siapa-siapa

Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang Imam berkata: "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."
Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih, dan bertanya..
"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si bocah.
"Nu'man namaku", Jawab sang Imam.

"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-imam Al-a'dhom. (Imam Agung) itu..??" tanya si bocah.

"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."

Si bocah berkata lagi.. "Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal, jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena pangkat dan jabatan,
tertipu karena kedudukan
tertipu karena gelar
tertipu karena status sosial
tertipu karena harta yang berlimpah, dan lain sebagainya.
Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karenanya.

Ada pepatah mengatakan:

 "SEPASANG TANGAN YANG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YANG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN".

Sabtu, 02 Mei 2020

Belajar di mana pun pada siapa pun

Lucu juga, kembali memperhatikan perkembangan Ahfa..., cucu pertama saya, dari sejak lahir hingga kini hampir 1,5 tahun.

Karena momen itu tidak lengkap saya nikmati bersama anak-anak saya. Saya tidak utuh membersamai ke empat anak saya dalam perkembangannya. Yaa... Mereka lahir pertama tahun 1996 dan terakhir tahun 2006, di mana kurun tahun 1996 hingga 2008 itu saya bolak-balik Jakarta Bandung, karena aktivitas saya di Depdikbud, lalu berganti Depdiknas ketika itu.

Sebuah kesadaran bahwa salah satu aktivitas manusia yang tak pernah berhenti --disadari atau tidak-- adalah belajar.

Anak baru lahir --sebagaimana si kakak, panggilan Ahfa-- melalui proses belajarnya dengan menirukan semua yang didengar dan dilihatnya, dari apapun dan siapapun yang berucap dan berlaku.

Nanti dilanjutkan belajar formal di sekolah hingga perguruan tinggi. Lalu setelah masuk dunia kerja, mereka belajar dalam bentuk "on the job training" dan sebagainya. 
Yaa... Kita akrab dengan istilah "long life education" dan bahasa agamanya "tholabul ilmi minal mahdi ilal lahdi", belajar dan mencari ilmu dari sejak buaian hingga liang lahad. Bahkan ayat yang pertama kali diturunkan Allah pada Rasul kita Muhammad SAW merupakan suatu perintah, yaitu perintah membaca... Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan. 
Itu artinya memang sudah dari sononya kita dituntut untuk senantiasa belajar kapan pun dan di mana pun. 
Karenanya, di saat kita dituntut untuk stay@home seperti sekarang, yang entah sampai kapan..., maka kita mesti tetap mampu mendayagunakan nalar kita untuk terus belajar. Termasuk kita belajar pada si korona, dan siapapun yang menyikapi korona ini. 
Yaa...
BELAJAR DI MANA PUN, BELAJAR PADA SIAPA PUN.

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Rabu, 09 Oktober 2019

Aturan Utang Piutang Yang Wajib Diketahui

1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

Allah Swt Berfirman :
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya."
(QS Al-Baqarah: 282)

2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI."
(HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang".
(HR Muslim)

4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham."
(HR Ibnu Majah ~ shahih)

5. Jangan pernah menunda membayar utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman."
(HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang.
(HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang."
(HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan."
(HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar."
(HR Bukhari dan Muslim)

10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

Allah Swt Berfirman :
"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .."
(QS Al-Israa': 34)

11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya."
(HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Sumber
Chanel telegram https://t.me/MuslimSuksesMulia

Minggu, 11 Agustus 2019

CLICK

Dhe, tahu nggak kisah tentang Michael Newman? Kayanya nggak deh.

Untuk ukuran umum, Michael Newman adalah seorang yang beruntung. Dia mempunyai istri yang cantik dan baik serta 2 anak yang lucu lucu.

Michael adalah seorang arsitek yang workaholic dan dituntut pekerjaan yang terbsik dari bossnya Ammer. Hal itu menyebabkan waktu dia bersama keluarga tidak terlalu banyak.

Suatu hari ketika Michael sedang mencari sebuah remote universal dia bertemu Morty yang memberikannya sebuah remote canggih. Saking canggihnya, remote tersebut bukan hanya mengendalikan TV dan alat elektronik lain, tetapi juga kehidupan Michael. Seperti yang disebutkan oleh Morty “Kau menginginkan sebuah kontroler universal, kontroler ini adalah untuk alam semesta.”

Seperti dalam sebuah DVD player, Michael mampu memutar kembali kenangan lamanya, mempercepat episode kehidupannya yang tidak menyenangkan seperti pertengkarannya dengan istrinya, pekerjaan yang membosankan, dan melompat ke chapter selanjutnya yaitu momentum kesuksesannya.

Awalnya Michael merasa senang memiliki remote tersebut karena dia bisa memilih bagian hidupnya yang dia senangi dan mempercepat bagian yang tidak dia sukai. Tetapi ketika fitur utama remote tersebut yaitu mengingat preferensi pemakainya mulai beraksi, Michael kemudian melihat hidupnya dengan cepat berlalu dan menjadi semakin kacau. Dia melewatkan anak-anaknya bertumbuh dewasa, kehilangan istrinya, dan tidak hadir ketika ayahnya meninggal.

Dia kemudian menyadari bahwa hidup harus dijalani dengan sepenuhnya, bagian yang manis atau pahit. Hidup terlalu berharga untuk dilewati begitu saja dan begitu juga dengan keluarga.

Kisah Michael itu sebenarnya kisah fiksi dalam film berjudul "Click", film Amerika produksi tahun 2006, diarahkan oleh Frank Coraci dan ditulis oleh Steve Koren dan Mark O'Keefe.

Saat aku menonton film tersebut, aku menangkap makna yang dalam tentang betapa pentingnya kita menikmati segala episode kehidupan kita, suka dan duka, manis dan pahit, tawa dan tangis. Termasuk menikmati kebersamaan dalam kehidupan berkeluarga, menghayati segenap prosesnya dengan penuh cinta, dan keridhoan.

Dhe, istriku sayang.

Aku bersyukur, bersyukur dalam mengarungi 24 tahun bersamamu, dengan segala parnak dan perniknya.

Jika pun aku ketemu Morty dan memberiku "universal remote control" itu, tentu akan menolaknya dan membuangnya jauh-jauh. Aku akan menikmati segala pengalaman kehidupan, susah dan senang tanpa harus memencet tombol FF (fast forward). Dan ketika menemui episode sedih, tak akan aku pencet tombol "next".

Insyaa Allah aku siap dan akan mencari sisi indah yang muncul bersama kesulitan yang kita hadapi. Akan selalu ada sisi kebahagiaan yang hadir saat kita menghadapi serta mengatasi tantangan bersama.

Yaa.... Bersama sebagaimana telah kita lalui selama 24 tahun kebersamaan kita...

Aku bersyukur kepada Allah jalla wa alaa, bersamamu disampingku, merawat cinta dan mendidik buah cinta kita bersama.

Insyaa Allah kita akan nikmati tahun demi tahun, bulan demi bulan, bahkan detik demi detik kehidupan dan kebersamaan ini dengan keikhlasan, ketawakkalan, dan keridhoan. Tanpa tergoda untuk meng-KLIK tombol FF atau Next yang memang tak ada itu...

With love...



Rabu, 19 Juni 2019

Paripurna Istimewa yang Istimewa

Hari ini... yaa... hari ini. Tanggal 19 Juni 2019 adalah hari ulang tahun Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ke 12.

Dan hari ini adalah kali ke sepuluh saya menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD KBB dalam rangka peringatan HUT KBB. Dan... bisa jadi paripurna istimewa HUT KBB terakhir di mana saya duduk di kursi anggota DPRD KBB dengan pakaian adat yang sengaja saya simpan dan (hampir) tidak pernah saya pakai kecuali untuk momentum istimewa seperti ini.

Saya mengawali mengikuti Sidang Paripurna Istimewa HUT KBB pada tahun 2010 dengan posisi di meja depan sebagai Wakil Ketua DPRD KBB ketika kantor KBB masih di bekas pabrik Prodomo di Batujajar. Ketika itu saya juga masih diamanahi sebagai Ketu DPD PKS Bandung Barat. Perjalanan 10 tahun yang penuh dengan dinamika baik dinamika sosial maupun dinamika politik yang berkesan.

Dalam perjalanan dua belas tahun bersama KBB ini, saya merasakan bahwa di satu sisi perkembangan telah terjadi di daerahku tercinta ini, namun di sisi lain terasa bahwa perjalanannya terlalu berliku dan menanjak dan penuh cobaan.

KBB selama bertahun-tahun terjebak dalam jebakan opini disclaimer, sebuah opini dari auditor (BPK) yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa pengelolaan pemerintahan (khususnya keuangan) yang belum (atau bisa dikatakan tidak) baik. Di akhir periode pertama pengabdian saya di DPRD KBB alhamdulillah sedikit beranjak menjadi WDP (wajar dengan pengecualian), satu kelas di atas disclaimer... dan aparat pengelola pemerintahan sudah menempati tempat yang baru di kompleks pemerintahan KBB di Mekarsari.

Demikian pula dengan pemimpin yang memimpin pemerintah KBB, selama 12 tahun telah terjadi pergantian Bupati 4 kali. Dimulai dengan pak Tjatja Koswara sebagai Pejabat Bupati di awal berdirinya KBB, kemudian dipimpin oleh pak Abubakar sebagai Bupati hasil pemilihan Bupati pertama dan kedua selama hampir 10 tahun. Daaaan... di tahun 2018 KBB sempat dipimpin oleh empat orang Bupati. Di awal tahun 2018 masih dipimpin pak Abubakar, karena kasus OTT yang sempat menghebohkan se antero KBB, Bupati dijabat oleh pak Yayat T Soemitra, Wakil Bupati yang "terpaksa" harus naik level, lalu dipimpin Pejabat Bupati dari Pejabat Pemprov Jawa Barat yaitu pak Dadang Maksoem, dan terakhir di bulan September 2018 dilantik Bupati definitif sebagai hasil Pilkada tahun 2018 yaitu pak Aa Umbara Sutisna.

Saya tentu mengenal mereka (para Bupati) berlima tersebut, meskipun yang paling saya kenal adalah Bupati terakhir, yaitu pak Aa Umbara Sutisna, karena selain beliau adalah Ketua DPRD hampir selama saya menjadi wakil ketua dan anggota DPRD, juga karena pengusung beliau menjadi Calon Bupati salah satunya adalah PKS. Masing-masing Bupati ini tentu memiliki plus dan minus serta prestasinya sendiri-sendiri...

Ada harapan yang tinggi dari masyarakat akan kemajuan KBB yang disalurkan melalui berbagai saluran, baik yang formal maupun bukan. Baik yang langsung disampaikan ke para pejabat pemerintah KBB, melalui para anggota DPRD, melalui berbagai LSM, bahkan berbagai kanal di media sosial seperti FDA (Forum Diskusi Aktivis) KBB, SDKBB (Seputar Desa Kabupaten Bandung Barat) dan lain-lain. Saya juga telah beberapa kali menyampaikan baik secara formal maupun tidak tentang hal ini, seperti juga pernah saya tulis di blog ini https://didik-agus.blogspot.com/2018/06/kbb-ku-sayang-teruslah-belajar.html.

Di penghujung pengabdian formal saya melalui DPRD KBB, saya menuangkan kontribusi saya dalam bentuk sebagai ketua pokja RPJMD sebagai bagian dari koalisi Akur yang mengusung Bupati dan Wabup Aa Umbara Sutisna dan Hengki Kurniawan. Dari pendalaman dan penjabaran visi AKUR yang kami lakukan, banyak hal yang kalau secara konsisten dilakukan oleh Pemerintahan KBB, maka empat tahun ke depan akan terwujud KBB yang maju. Apalagi dengan visi AKUR dan jargon Bandung Barat Lumpat-nya.

Dalam usulan yang kami (dan tentu saja saya di dalamnya) buat, banyak hal yang implementasinya memerlukan komitmen yang kuat. Dan itu tantangan pak Aa Umbara dan pa Hengki ke depan.

Misi
Program Unggulan
1. Membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas melalui jaminan akses dan pemerataan terhadap layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan keagamaan
SD-SMP berkualitas dan berakhlak
Puskesmas DTP di setiap kecamatan
Ustadz Makmur Masjid Agreng
Penguatan sekolah-sekolah kejuruan sesuai kebutuhan daerah
Pengembangan Perguruan Tinggi
2. Memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar sebagai penunjang mobilitas masyarakat dan pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya
Pembangunan jalan dan jembatan baru (lingkar selatan, tengah, dan utara)
Peningkatan kualitas jalan dan jembatan (satahun jalan leucir)
Pembangunan Desa berbasis RW (100jt/RW)
Bandung Barat Caang, Elektrifikasi 100% dan PJU
3. Menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal dan kreativitas
Pengembangan potensi ekonomi berbasis desa (OVOP)
Pusat Ekonomi Terpadu
Pengembangan Ekonomi Kreatif
4. Melakukan optimalisasi potensi sumber daya alam dan budaya untuk pengembangan pariwisata ramah lingkungan
Pengembangan potensi pariwisata berbasis kemitraan
Pengembangan Wisata Terpadu dangan pusat seni budaya
5. Menguatkan keunggulan pertanian, peternakan, dan industri yang merata melalui optimalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi
Bank Tani
Penguatan Teknologi Pasca Panen
Pengembangan Pasar Induk sayuran dan hasil tani
6. Mengurangi kesenjangan masyarakat dengan kebijakan yang pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-environtment
Penumbuhan 500 wirausaha baru
Penambahan 10 ribu lapangan kerja baru
Kartu KBB Makmur (covering BPJS untuk seluruh masyarakat, beasiswa)
Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (di tiap kecamatan)
Pengelolaan limbah dan sampah terpadu
7. Mengembangkan sistem pemerintahan yang bersih, aspiratif, inovatif dan melayani berbasis inovasi dan teknologi
Penguatan e-planning dan e-budgeting
Pusat layanan publik terpadu
Layanan kependudukan di tingkat kecamatan
KBB Pintar (comment center dan smart city)

Setelah paripurna istimewa hari ini, maka beberapa paripurna istimewa ke depan akan ada satu paripurna istimewa yang agendanya adalah (insyaa Allah) pelantikan salah satu kader PKS menjadi Ketua DPRD KBB. Tentu saja, harapan saya adalah dengan hadirnya kader PKS menjadi Ketua DPRD KBB ke depan, dapat mendorong pimpinan daerah lebih konsisten dan komitmen untuk mewujudkan KBB yang maju...

Saya sendiri insyaa Allah yakin telah disiapkan oleh Allah tempat terbaik untuk mengabdi dan berbakti untuk kemajuan KBB ke depan.. Apa itu...? Yaa itu rahasia Allah SWT, sebagaimana saya dulu tidak pernah bermimpi dan berhasrat menjadi anggota DPRD KBB apalai salah satu pimpinannya, tapi skenario Allah mengarahkan saya ke tempat itu.

Bismillah...
Wa alhamdulillah...

Rabu, 15 Mei 2019

One Story Two Perspectives

Pernahkan anda melihat sebuah foto yang terlihat seperti seorang pesepeda yang sedang tergantung di dinding dengan tangan kiri berpegangan sebuah lubang agar dia tidak terjatuh dan tangan kanannya memegang roda sepedanya seolah tidak mau sepedanya terjatuh... Lalu pernahkan anda memutar foto tersebut, sehingga terlihat sesungguhnya pesepeda tersebut hanyalah sedang tengkurap di jalan.

Yaa... cara pandang kita sering menentukan bagaimana perspektif otak kita terhadap gambar atau fenomena yang sama, dan itu akan juga mempengaruhi cara sikap kita terhadap fenomena tersebut. 

Demikian pula cara pandang kita terhadap perjalanan kehidupan kita atau kehidupan orang lain, akan menentukan apakah perasaan kita akan berujung rasa syukur atau keluhan.

Saya sangat terkesan dengan beberapa tulisan yang mengingatkan saya untuk menghadirkan terlebih dulu rasa husnuzhzhon atau prasangka baik dan rasa syukur dibanding prasangka buruk dan keluhan.

Dan pembelajaran tentang hal ini belum (dan mungkin gak akan pernah tuntas) dipelajari.

Berikut salah satu tulisan menginspirasi tersebut. Saya belum mendapatkan sumber aseli tulisan tersebut. Siapapun penulisnya, tulisannya bermanfaat. Berikut kisah inspiratif tersebut...

Seorang penulis buku terkenal duduk di ruang kerjanya... dia mengambil penanya... dan mulai menulis :
"Tahun lalu... saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang....

Di tahun yang sama, saya berusia 60 tahun dan memasuki usia pensiun..., keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi... saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 35 tahun...
Di tahun itu juga saya ditinggalkan ayah yang tercinta...

Kemudian... masih di tahun yang sama, anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu..."
Di bagian akhir dia menulis:
"Sungguh... tahun yang sangat buruk!"

Istri sang penulis masuk ke ruangan dan mendapati suaminya yang sedang sedih dan termenung... Dari belakang, sang istri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan ia mundur dan keluar dari ruangan...
15 menit kemudian dia masuk lagi dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :

"Tahun lalu... akhirnya suami saya berhasil menyingkirkan kantong empedunya yang selama bertahun-tahun membuat perutnya sakit...

Di tahun itu juga... saya bersyukur, suami bisa pensiun dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada TUHAN, dia sudah diberikan kesempatan berkarya dan berpenghasilan selama 35 tahun untuk menghidupi keluarga kami

Sekarang, suami saya bisa menggunakan waktunya lebih banyak untuk menulis, yang merupakan hobinya sejak dulu...

Pada tahun yang sama..., mertua saya yang berusia 95 tahun... tanpa sakit apa-apa telah mengakhiri hidupnya dengan damai dan bahagia....

Dan masih di tahun yang sama pula... TUHAN telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat... Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut..., tetapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun..."
                               
Pada kalimat terakhir istrinya menulis :
"Tahun lalu.... adalah tahun yang penuh berkah yang luar biasa dari TUHAN.... dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur..."
                                    
Sang penulis tersenyum haru..., dan mengalir air mata hangat di pipinya... Ia berterimakasih atas sudut pandang berbeda untuk setiap peristiwa yang telah dilaluinya tahun lalu... Perspektif yang berbeda telah membuatnya bahagia...

Sahabat, di dalam hidup ini kita harus mengerti bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. Namun rasa syukurlah yang akan membuat kita bahagia. Mari kita berlatih melihat suatu peristiwa dari sudut pandang positif dan jauhkan rasa iri di dalam hati.

Kita dapat mengeluh karena semak mawar memiliki duri, atau bersukacita karena semak duri memiliki mawar..
We can complain because rose bushes have thorns, or rejoice because thorn bushes have roses
(Abraham Lincoln)

Rabu, 18 Juli 2018

Pandanglah Dengan Cara Berbeda

Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847 , lahir seorang anak bernama panggilan Tommy. Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya.

Saat belajar di sekolah, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang dijarkan di sekolahnya. Oleh sebab itu , Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan. Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy.

Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya. Guru tersebut berpesan ” jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibu mu” . Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya.

Menerima surat itu ; ibu Tommy membaca nya, lalu menangis. Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras :
“Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri,” ujar sang Ibu dengan suara lantang.
Ibu Tommy berkata kepada Tommy bahwa “Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ; ibu yang akan mendidik kamu”
Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah.

Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai – nilai pelajaran yang harus dicapainya. Di rumah, Tommy pun dengan melahap buku – buku ilmiah dewasa. Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah sifat dasarnya yang pantang menyerah menghadapi apapun.

Tommy pun melakukan eksperimen-eksperimen hebat, sebelum memasuki usia sekolah Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan, hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan- hewan disekitarnya.

Di usia 12 tahun; Tommy kecil sudah memiliki laboratorium kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayah nya. Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi.

Di usia nya yang masih belia; Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran dikereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, kemudian; Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika.

Saat usia Tommy 32 tahun; dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap bodoh waktu kecil itu berhasil menciptakan bohlam lampu pijar, yang mengubah wajah dunia selamanya.

Jauh setelah Ibunya wafat dan Tommy telah menjadi tokoh penemu ternama. Suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarga. Tiba-tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Dia membuka dan membaca isinya:
“Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,” demikianlah isi surat yang sesungguhnya yang dibawa dan diberikan Tommy kepada ibunya , dahulu waktu sepulang sekolah.

Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu.
Dia kemudian menulis di buku diary nya:
“SAYA, THOMAS ALFA EDISON, ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA “

Jika anda menikmati lampu yang terang saat ini, ingatlah bahwa kita Berhutang bukan pada seorang Thomas Alfa Edison… tetapi kepada seorang Ibu yang melihat dengan cara yang berbeda. Mata kasih orangtua.

Jika suatu hari nanti, putra atau putri anda mendapat “cap bodoh”, “cap nakal”, “cap lamban” atau cap lainnya, yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, siapa yang akan anda percayai ?...

Jumat, 22 Juni 2018

KBB-ku Sayang, Teruslah Belajar

Hari ini KBB berusia 11 tahun..., meski tidak banyak hadiah ulang tahun yang dikirim, tapi kebahagiaan tidak berkurang.

Di usiamu yang masih menginjak sebelas tahun ini berbagai cobaan menghadang, berbagai harapan besar banyak dibebankan kepadamu, harapan yang dituangkan bahkan sejak kamu belum dilahirkan.

Dalam kemudaan usiamu, dengan besarnya beban harapan padamu, maka jadilah engkau sebagai anak yang sholeh, anak yang tidak nakal, anak yang rajin belajar, anak yang pandai berkawan, anak yang berbakti, anak yang bermanfaat bagi orang lain, dan ...., berbagai sifat kebaikan lainnya.

Yaaa itulah harapan semua orang padamu...., seorang sesepuh KBB mencoba menyerap dan kemudian menformulasikan harapan rakyat KBB kepada pemerintahan adalah :

1. Jalan-jalan laleucir
2. Rizki gampang diangkir
3. Beuteung rahayat buncir
4. Rahayat diajak mikir
5. Rahayat tenang dzikir

Semoga kemudaan usia bukan menjadi alasan untuk tidak mampu memenuhi berbagai harapan yang ada padamu. Semoga semua elemen bisa bekerjasama dan sama-sama bekerja untuk KBB dan di tahun-tahun mendatang semakin bertambah usia semakin bertambah dewasa....

Senin, 18 Juni 2018

40 Niat Ketika Baca Al-Quran

Menghadirkan 40 Niat Sekaligus Dalam Tilawah Qur'an

Bismillaah....

Suplemen tambahan dari Syeikh Shalabi:

كثير من إخواننا المسلمين لا يقرأ القرءان إلا بقصد الثواب والأجر وقصر علمه عن عظيم نفع القرءان وأنه كلما قرأ القرءان بنية نال فضلها كما قال النبي ﷺ إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل أمريء ما نوى..الحديث.

Banyak diantara saudara2 kita kaum muslimin, dia tidak membaca Al-Qur'an kecuali dengan maksud untuk mendapatkan pahala dan ganjaran dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang betapa besarnya manfaat dari Al-Qur'an.

Sesungguhnya setiap kali seseorang membaca Al-Qur'an dengan niat tertentu, maka akan mengalir keutamaannya. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:

"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya amal perbuatan seseorang tergantung pada niatnya."(al-hadits).

فالقرءان منهج حياة والنية تجارة العلماء فمن هذا المبدأ والمنطلق أردت أن أذكر نفسي وإخواني ببعض النوايا عند القراءة ومنها:

Al-Qur'an adalah pedoman hidup, dan niat adalah transaksinya orang  berilmu. Dengan landasan dan titik tolak ini, saya ingin mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku dengan berbagai niat yg dapat dihadirkan ketika kita membaca Al-Qur'an, diantaranya:

١ اقرأ القرآن لأجل العلم والعمل به.

1. Saya membaca Al-Qur'an, demi mengetahui dan mengamalkan isinya.

اقرأ القرآن بقصد الهداية من الله٢

2. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mendapatkan hidayah dari Allah Ta'ala.

٣. اقرأ القرآن بقصد مناجاة الله تعالى

3. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan bermunajat kepada Allah.

٤.اقرأ القرآن بقصد الإستشفاء به من الأمراض الظاهرة والباطنة.

4. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mengobati penyakit2 lahir dan batin dengan Al-Qur'an.

٥. اقرأ القرآن بقصد أن يخرجنى الله من الظلمات إلي النور.

5. Saya membaca Al-Qur'an, tujuan agar Allah Ta'ala mengeluarkanku dari kegelapan menuju cahaya.

6- اقرأ القرآن لأنه علاج لقسوة القلب فيه طمأنينة القلب
وحياة القلب وعمارة القلب.

6. Saya membaca Al-Qur'an, karena ia adalah pengobatan bagi hati yg keras. Dalam membacanya terdapat ketenangan hati, hidupnya hati dan kokohnya bangunan hati.

7- اقرأ القرآن بقصد أن القرآن مأدبة الله تعالى.

7. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan karena Al-Qur'an merupakan jamuan Allah Ta'ala.

8- اقرأ القرآن حتى لا أكتب من الغافلين وأكون من الذاكرين.

8. Saya membaca Al-Qur'an, sehingga saya tidak tercatat sebagai orang2 yg lalai dan saya termasuk orang2 yg berdzikir

9- اقرأ القرآن بقصد زيادة اليقين والإيمان بالله.

9. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan menambah iman dan keyakinan kepada Allah Ta'ala

10- اقرأ القرآن بقصد الإمتثال لأمر الله تعالي بالترتيل.

10. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan memenuhi perintah Allah dengan tertib

11- اقرأ القرآن للثواب حتى يكون لى بكل حرف 10 حسنات والله يضاعف لمن يشاء.

11. Saya membaca Al-Qur'an, untuk mendapatkan pahala sehingga saya bisa meraih 10 kebaikan dari setiap huruf dan Allah akan melipat gandakannya kepada siapa saja yg Dia kehendaki

12- اقرأ القرآن حتى أن أنال شفاعة القرآن الكريم يوم القيامة.

12. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya mendapatkan syafa'at Al-Qur'anul Karim di hari kiamat kelak

13- اقرأ القرآن بقصد إتباع وصية النبى ﷺ.

13. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mengikuti wasiat Nabi shallallahu 'alihi wa sallam

14- اقرأ القرآن حتى يرفعنى الله به ويرفع به الأمة.

14. Saya membaca Al-Qur'an, hingga Allah meninggikan derajat saya dan dengannya derajat umat ini juga menjadi tinggi

15- اقرأ القرآن حتى أرتقي في درجات الجنة وألبس تاج الوقار ويكسي والداى بحلتين لا يقوم لهما الدنيا.

15. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya naik -layak- mendapat derajat surga dan saya memakai mahkota dan memakaikan pakaian kebesaran kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mereka dapatkan pakaian itu didunia.

16- اقرأ القرآن بقصد التقرب إلي الله بكلامه.

16. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan taqarrub mepada Allah melalui kalamNya

17- اقرأ القرآن حتى أكون من أهل الله وخاصته.

17. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya menjadi ahlullah wa khassatihi (keluarga Allah dan mereka yg dekat dengan Allah, pent)

18- اقرأ القرآن بقصد أن الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة.

18. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama malaikat safaratil kiramim bararah

19- اقرأ القرآن بقصد النجاة من النار ومن عذاب الله.

19. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan agar selamat dari api neraka dan adzab Allah

20- اقرأ القرآن حتى أكون في معية الله تعالي.

20. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya berada dalam maiyyatullah (kebersamaan dengan Allah)

21- اقرأ القرآن حتى لا أرد إل أرذل العمر.

21. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya tidak menjadi orang yg hina sehina-hinanya

22- اقرأ القرآن حتى يكون حجة لى لا علىّ.

22. Saya membaca Al-Qur'an, sehingga ia menjadi pembela saya bukan yg menuntut/mencelakakan saya

23- اقرأ القرآن بقصد أن النظر في المصحف عبادة.

23. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan bahwa memandang mushaf adalah ibadah

24- اقرأ القرآن حتى تنزل علىّ السكينة وتغشانى الرحمة ويذكرنى الله فيمن عنده.

24. Saya membaca Al-Qur'an, hingga turun kepada saya ketenangan, dan saya diliputi rahmat dan Allah mengingat saya sebagai orang yg berada bersamaNya

25- اقرأ القرآن بقصد الحصول على الخيرية والفضل عند الله.

25. Saya membaca Al-Qur'an, dengan tujuan mendapatkan kebaikan dan keutamaan disisi Allah Ta'ala

26- اقرأ القرآن حتى يكون ريحي طيب.

26. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya mendapatkan keuntungan yg baik

27- اقرأ القرآن حتى لا أضل في الدنيا ولا أشقي في الآخرة.

27. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya tidak tersesat di dunia dan tidak sengsara di akhirat

28- اقرأ القرآن لأن الله يجلى به الأحزان ويذهب به الهموم والغموم.

28. Saya membaca Al-Qur'an, karena dengannya Allah mengangkat kesedihan2 serta menghilangkan resah dan gelisah

29- اقرأ القرآن ليكون أنيسي في قبري ونور لي علي الصراط وهادياً لي في الدنيا وسائقاً لي إلى الجنة.

29. Saya membaca Al-Qur'an, agar dia menjadi teman dekat saya di dalam kubur, dan cahaya bagi saya diatas jalan kehidupan, menjadi petunjuk bagi saya di dunia dan penuntun menuju surga

30- اقرأ القرآن ليربينى الله ويؤدبنى بالأخلاق التي تحلى بها الرسول ﷺ.

30. Saya membaca Al-Qur'an, agar Allah mendidik saya, menta'dib dengan akhlak yang menjadi hiasan diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

31- اقرأ القرآن لأشغل نفسي بالحق حتى لا تشغلني بالباطل.

31. Saya membaca Al-Qur'an, agar jiwa saya sibuk dengan kebenaran sehingga kebatilan tidak menyibukan saya

32- اقرأ القرآن لمجاهدة النفس والشيطان والهوى.

32. Saya membaca Al-Qur'an, untuk menempa diri, melawan setan dan hawa nafsu

33- اقرأ القرآن ليجعل الله بينى وبين الكافرين حجاباً مستوراً يوم القيامة.

33. Saya membaca Al-Qur'an, agar Allah menjadikan penghalang sebagai penutup antara saya dengan orang kafir di hari akhir kelak

٣٤- اقرأ القرآن ثم ابلغ منه ولو آية كما امرنا بذالك الحبيب المصطفى

34. Saya membaca Al-Qur'an, kemudian menyampaikannya walau hanya satu ayat sebagaimana diperintahkan oleh  Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

٣٥-اقرأ القرآن لأدعو امتى للعمل به وبأحكامه

35. Saya membaca Al-Qur'an, agar saya berdakwah kepada umat untuk mengamalkan isi dan hukum2nya

٣٦-أقرأ القرآن لتزداد معرفتى بدينى

36. Saya membaca Al-Qur'an, agar bertambah pengetahuan tentang agama saya

٣٧-اقرأ القرآن حتى اشعر بأن الله يكلمني

37. Saya membaca Al-Qur'an, hingga saya merasa bahwa Allah sedang berbicara kepada saya

٣٨-أقرأ القرآن لأعرف منه احوال الامم السابقة

38. Saya membaca Al-Qur'an, agar saya tahu darinya kondisi umat2 terdahulu

٣٩-أقرأ القرآن لأقبل مأدبة الله

39. Saya membaca Al-Qur'an, untuk menerima jamuan dari Allah Ta'ala

٤٠-أقرأ القرآن لانه لا يخلق من كثرة الرد

40. Saya membaca Al-Qur'an, karena ia tidak akan usang jk banyak diulang-ulang.

فهيا لنكون من أهل القرآن، وهذه هي التجارة مع الله المضمونة الرابحة والتي يعطى الله عليها من فضله الكريم وعطائه الذي لا ينفد.

Marilah kita menjadi ahlul Qur'an. Dan ini adalah bisnis kita dengan Allah yang mencakup keuntungan yang Allah berikan karena keutamannya yg mulia dan pemberiannya yang  tidak pernah meleset.

Sabtu, 28 April 2018

Faktor Kesuksesan

Pada suatu kesempatan, saya diminta memberi sambutan pada kelulusan siswa dari sekolah. Saya menyampaikan sebuah hasil penelitian yang (bisa jadi) mengubah obsesi orangtua atas anaknya.

Hasil penelitian dari Thomas J. Stanley, Ph.D penulis buku "The Millionaire Next Door" mungkin akan mengubah apa yang Anda yakini mengenai kesuksesan.

Dari 100 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya menempati urutan ke-21, bersekolah di sekolah favorit berada di urutan ke-23, dan lulus dengan nilai terbaik/hampir terbaik cuma faktor kesuksesan di urutan ke-30.

Kaget?

Ingin tahu 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan?

Silahkan Anda renungkan kembali apa yang Anda percayai setelah membaca 10 urutan di bawah ini:

1. Jujur

2. Disiplin

3. Gaul. Good interpersonal Skill

4. Dukungan dari pasangan hidup

5. Bekerja lebih keras dari yang lain. 

6. Mencintai apa yang dikerjakan

7. Kepemimpinan Yang Baik dan Kuat. (Good & Strong Leadership)

8. Semangat dan berkepribadian kompetitif

9. Pengelolaan Kehidupan yang baik (Good life management)

10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (Abilty to sell idea or product).

Kamis, 15 Februari 2018

Da'i

If he's good enough for you, he's good enough for me, If he scores another few then I'll be muslim too

If he's good enough for you he's good enought for me then sitting in a mosque is where I wanna be

Luar biasa nyanyian supporter ini...
Nyanyian yang ditujukan kepada Mo Salah yang artinya "kalau dia mencetak gol lagi saya akan masuk Islam juga"...

Hari ini Mo Salah, panggilan dari Mohammed Salah pesepakbola asal Mesir yang merumput bersama Liverpool, menjadi da'i yang luar biasa efektif yang dengan potensinya...

Bagaimana dengan dakwah yang kita lakukan...?

Sudahkah kita memiliki potensi dan amal unggulan?

Sudahkah kita mengoptimalkan potensi dan amal unggulan kita untuk dakwah ilallah?

Reff: https://www.balls.ie/amp/football/new-mo-salah-chant-383300

Jumat, 17 November 2017

Terpaksa Kaya Dikejar Rezeki

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
(HR Ibnu Hibban)

*Miskin kaya sudah ada yang atur*

*ABDURRAHMAN BIN AUF SELALU GAGAL JADI ORANG MISKIN*

Jika tiba-tiba kondisi ekonomi "down", saya selalu terhibur mengingat kisah bisnis Abdurrahman bin Auf, tentang investasinya membeli kurma busuk.

Suatu ketika Rasulullah Saw berkata, Abdurrahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya.
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.

Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk syurga lebih awal.

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.

Abdurrahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi  dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur..
Alhamdulillah, kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.

Sahabat gembira.
Abdurrahman bin Auf r.a pun gembira.
Semua happy!
Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.

Abdurrahman bin Auf r.a gembira juga sebab berharap jatuh miskin!
MasyaAllah..hebat.

Coba kalau kita?

Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah.
Abdurrahman bin Auf r.a merasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin.

Namun.. Subhanallah..
Rencana Allah itu memang terbaik..
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk.

Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

*ALLAHU AKBAR..*

Orang lain berusaha keras jadi kaya. Sebaliknya, Abdurrahman bin Auf berusaha keras jadi miskin tapi selalu gagal. Benarlah firman Allah:

_"Wahai manusia, di langit ada rezki bagi kalian. Juga semua karunia yang dijanjikan pada kalian " (Qs. Adz Dzariat, 22 )_

Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk?

ALLAH Swt lah yang Memberi Rezeki.

Ibroh dari kisah ini sangat spesial buat kita, sebab ini membuat kita harus YAKIN *bahwa rezeki itu totally dari ALLAH.*

Bukan hanya karena usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak.

Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Semoga menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami)
Aamiin Yaa Robb

*** sumber : dari grup hikmah
 
Blogger Templates