Social Icons

Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2019

One Story Two Perspectives

Pernahkan anda melihat sebuah foto yang terlihat seperti seorang pesepeda yang sedang tergantung di dinding dengan tangan kiri berpegangan sebuah lubang agar dia tidak terjatuh dan tangan kanannya memegang roda sepedanya seolah tidak mau sepedanya terjatuh... Lalu pernahkan anda memutar foto tersebut, sehingga terlihat sesungguhnya pesepeda tersebut hanyalah sedang tengkurap di jalan.

Yaa... cara pandang kita sering menentukan bagaimana perspektif otak kita terhadap gambar atau fenomena yang sama, dan itu akan juga mempengaruhi cara sikap kita terhadap fenomena tersebut. 

Demikian pula cara pandang kita terhadap perjalanan kehidupan kita atau kehidupan orang lain, akan menentukan apakah perasaan kita akan berujung rasa syukur atau keluhan.

Saya sangat terkesan dengan beberapa tulisan yang mengingatkan saya untuk menghadirkan terlebih dulu rasa husnuzhzhon atau prasangka baik dan rasa syukur dibanding prasangka buruk dan keluhan.

Dan pembelajaran tentang hal ini belum (dan mungkin gak akan pernah tuntas) dipelajari.

Berikut salah satu tulisan menginspirasi tersebut. Saya belum mendapatkan sumber aseli tulisan tersebut. Siapapun penulisnya, tulisannya bermanfaat. Berikut kisah inspiratif tersebut...

Seorang penulis buku terkenal duduk di ruang kerjanya... dia mengambil penanya... dan mulai menulis :
"Tahun lalu... saya harus dioperasi untuk mengeluarkan batu empedu. Saya harus terbaring cukup lama di ranjang....

Di tahun yang sama, saya berusia 60 tahun dan memasuki usia pensiun..., keluar dari pekerjaan di perusahaan yang begitu saya senangi... saya harus tinggalkan pekerjaan yang sudah saya tekuni selama 35 tahun...
Di tahun itu juga saya ditinggalkan ayah yang tercinta...

Kemudian... masih di tahun yang sama, anak saya gagal di ujian akhir kedokteran, karena kecelakaan mobil. Biaya bengkel akibat kerusakan mobil adalah puncak kesialan di tahun lalu..."
Di bagian akhir dia menulis:
"Sungguh... tahun yang sangat buruk!"

Istri sang penulis masuk ke ruangan dan mendapati suaminya yang sedang sedih dan termenung... Dari belakang, sang istri melihat tulisan sang suami. Perlahan-lahan ia mundur dan keluar dari ruangan...
15 menit kemudian dia masuk lagi dan meletakkan sebuah kertas berisi tulisan sebagai berikut :

"Tahun lalu... akhirnya suami saya berhasil menyingkirkan kantong empedunya yang selama bertahun-tahun membuat perutnya sakit...

Di tahun itu juga... saya bersyukur, suami bisa pensiun dengan kondisi sehat dan bahagia. Saya bersyukur kepada TUHAN, dia sudah diberikan kesempatan berkarya dan berpenghasilan selama 35 tahun untuk menghidupi keluarga kami

Sekarang, suami saya bisa menggunakan waktunya lebih banyak untuk menulis, yang merupakan hobinya sejak dulu...

Pada tahun yang sama..., mertua saya yang berusia 95 tahun... tanpa sakit apa-apa telah mengakhiri hidupnya dengan damai dan bahagia....

Dan masih di tahun yang sama pula... TUHAN telah melindungi anak saya dari kecelakaan yang hebat... Mobil kami memang rusak berat akibat kecelakaan tersebut..., tetapi anak saya selamat tanpa cacat sedikit pun..."
                               
Pada kalimat terakhir istrinya menulis :
"Tahun lalu.... adalah tahun yang penuh berkah yang luar biasa dari TUHAN.... dan kami lalui dengan penuh rasa takjub dan syukur..."
                                    
Sang penulis tersenyum haru..., dan mengalir air mata hangat di pipinya... Ia berterimakasih atas sudut pandang berbeda untuk setiap peristiwa yang telah dilaluinya tahun lalu... Perspektif yang berbeda telah membuatnya bahagia...

Sahabat, di dalam hidup ini kita harus mengerti bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita bersyukur. Namun rasa syukurlah yang akan membuat kita bahagia. Mari kita berlatih melihat suatu peristiwa dari sudut pandang positif dan jauhkan rasa iri di dalam hati.

Kita dapat mengeluh karena semak mawar memiliki duri, atau bersukacita karena semak duri memiliki mawar..
We can complain because rose bushes have thorns, or rejoice because thorn bushes have roses
(Abraham Lincoln)

Sabtu, 16 Mei 2015

Rahasia Kebahagiaan

   وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :
Wejangan syekh Asy syinqithi kepada anaknya
  "عن السعادة"
RAHASIA KEBAHAGIAAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)
Wahai ananda,  ulangi terus membaca Alquran,  jgn sampai melupakannya, kelak hari kiamat akan ada acara penghargaan yg tidak sama dg acara2 di dunia,  oleh karena itu jgn sampai salah,  padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah,  naiklah dan tartilkanlah.. "
جالس العلماء بعقلك 
Duduklah bersama ulama dg akalmu

وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dg ilmumu
وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dg etikamu
وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu
وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama org bodoh dg kemurahan hatimu
وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Allah dg mengingatNYA
وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dg nasihatmu
لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usa bersedih jika di dunia tidak ada yg menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada yg mengapresiasinya
حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar,  disamping memiliki keindahan yg bikin kita bahagia,  juga memiliki duri yg bikin kita tersakiti
ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yg ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya
وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yg bukan milikmu,  kamu tidak akan mampu meraihnya dg kekuatanmu
لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yg memiliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dr menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia,  umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu trhadap kehidupanmu
كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemah lembutlah ketika bicara dg orang lain, krn  setiap org merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tdk mengetahuinya
كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
                "السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain

Senin, 20 April 2015

Husnuzhzhon Billah

Sewaktu dua bulan yang lalu saya menengok Naufal Ubaidillah, anak sulung kami, di tempat dia menimba ilmu, kami banyak saling bercerita. Salah satu cerita Naufal yang diceritakan adalah tentang satu cerita (fiktif) yang dulu pernah saya ceritakan padanya yang ternyata sangat melekat di dalam ingatannya, bahkan katanya dia ceritakan pada teman-temannya dari berbagai negara. Dan cerita itulah --salah satu-- yang menginspirasi Naufal untuk senantiasa dapat ber-husnuzhzhon (berprasangka baik) pada segala ketentuan Allah SWT.

Cerita yang dulu pernah saya sampaikan kepada Naufal itu adalah sebagai berikut :

Dikisahkan tentang persahabatan seorang Paneran dan seorang sahabat bijak. Pangeran ini memiliki hobby berburu ke hutan, dan dia selalu ditemani oleh sahabatnya tersebut. Pada suatu hari sang Pangeran ingin berburu dan mengajak serta sahabatnya sambil di temani para pengawal kerajaan menuju hutan. Di dalam perburuannya tersebut terjadi kecelakaan yang menyebabkan jari sang Pangeran terpotong karena kurang hati-hati dengan senjata yang didigunakannya. Darah pun mengucur dari jarinya yang terpotong, sahabatnya menghampiri sang Pangeran dan berkata “SEMOGA INI BAIK”.

Mendengar kata tersebut dari sahabatnya, sang Pangeran marah karena merasa diejek oleh sahabatnya, dan merasa bahwa sahabatnya tidak bersimpati dan berempatinya kepadanya. Kemudian Sang Pangeran memerintahkan pengawalnya untuk membawa dan memenjarakan sahabatnya ke dalam penjara kerajaan. Atas perlakuan sang Pangeran tersebut, sahabatnya itu mengatakan “SEMOGA INI BAIK” sebagaimana biasa ia katakan ketika menghadapi segala sesuatu kejadian, walaupun itu secara lahiriah terlihat tidak baik.

Suatu saat, sang Pangeran kembali ingin pergi berburu, namun karena sahabatnya sedang dipenjara, ia pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya. Hari itu sang Pangeran berburu di hutan yang sebelumnya belum pernah dia datangi, dan karena belum mengetahui seluk beluk hutan tersebut, sang Pangeran tersesat di hutan tersebut. Di dalam ketersesatannya, sang Pangeran tertangkap oleh kawanan manusia dari suku pedalaman yang ternyata memiliki kebiasaan aneh, yaitu biasa mengorbankan manusia untuk sesembahannya. Dan sang Pangeran tersebut juga akan dikorbankan oleh suku tersebut. Namun setelah diteliti, akhirnya sang Pangeran dibebaskan dan tidak jadi dijadikan korban oleh suku tersebut, karena syarat korban yang akan dikorbankan haruslah manusia yang secara fisik sempurna, dan kita tahu sang Pangeran tadi tidak sempurna karena salah satu jarinya telah terpotong.

Sang Pangerang sangat bergembira karena tidak jadi mati menjadi korban bagi sesembahan suku pedalaman itu. Maka teringatlah dia pada perkataan sahabatnya yang mengatakan "SEMOGA INI BAIK" ketika jarinya terpotong karena memang terbukti bahwa jarinya yang cacat itulah yang menyelamatkannya dari bahaya. Karena itu kemudian sang Pangeran memutuskan untuk membebaskan sahabatnya dari penjara dan memanggilnya untuk menghadap sang Pangeran.

"Wahai sahabatku, aku teringat ketika jariku terpotong, engkau mengatakan 'SEMOGA INI BAIK', dan ini terbukti dengan apa yang aku alami di hutan. Aku tidak jadi dikorbankan untuk sesembahan suku pedalaman karena fisikku yang tidak sempurna." "Namun aku ingin bertanya padamu, ketika engkau hendak aku penjarakan, engkau juga mengatakan 'SEMOGA INI BAIK', apa artinya itu?”. Sahabatnya berkata, "Kalau sekiranya aku tidak engkau penjarakan, tentu saja kemarin aku harus menemani engkau berburu ke hutan, dan mungkin aku sekarang sudah mati karena fisikku sempurna, sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan korban".
--------------------------------

Yaaa...., begitulah kisah yang saya ceritakan kepada Naufal beberapa tahun yang lalu ketika dia sangat kecewa terhadap suatu keadaan yang menurut dia itu tidak baik untuk dirinya. Yaa..., ternyata diam-diam kisah itu yang menjadikan dia lebih bisa menerima kejadian itu. Dan bahkan membekas hingga kini.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqoroh : 216)

Rabu, 14 Januari 2015

Istighfarnya Nabi Ibrahim AS

Istighfarnya Nabi Ibrahim yg istimewa...

ربنا اغفرلي ولوالدي وللمؤمنبن

"Robbanaghfirli waliwalidayya walilmukminin" [QS. Ibrohim: 41]

(Ya Rabb kami, ampunilah aku, kedua orangtuaku, dan seluruh kaum mukminin).

Perbanyaklah beristighfar seperti ini, karena akan banyak sekali manfaat yg kita dapatkan.

1. Allah akan lebih mendengar istighfar kita, karena kita menggunakan istighfarnya 'kekasih' Allah ta'ala, Nabi Ibrohim alaihissalam.

2. Ini merupakan bentuk bakti kpd kedua orang tua, dan akan menjadikan keduanya BAHAGIA dan mulia di sisi-Nya.

3. Dengannya kita akan mendapatkan doa malaikat, krn kita telah mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. [HR. Muslim, 2732]

4. Kita akan mendapatkan pahala sebanyak jumlah kaum muslimin, karena kita telah memintakan ampun utk mereka semua. [Shohihul Jami', 6026]

5. Allah akan menambah kekuatan utk kita, karena kita beristighfar. [QS. Hud: 52].

6. Urusan-urusan kita akan dimudahkan Allah krn istighfar kita, sebagaimana dikatakan Ibnul Qoyyim rohimahullah. [Tibbun Nabawi, 155]

7. Allah akan melapangkan harta dan rezeki kita dg istighfar. [QS. Nuh: 10-12]

Semoga Allah memberikan kita taufiq, utk selalu bisa mengisi waktu kita dg banyak beristighfar dg istighfar ini kepadaNya, aamiin.

Tulisan Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA yang disebarkan di beberapa grup hikmah

Senin, 12 Januari 2015

Belajar Konsep Rizki dari Tukang Rujak

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko.

Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi.

Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah alquran. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya.

Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.

Saya mulai risau karena sepi pembeli.

Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma.

Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba…

“Ya.. Kalau gak abis ya risiko, Bu… Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng daripada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Ya Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”

“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya.

(kisah hikmah dari grup hikmah)

Sabtu, 10 Januari 2015

Aamilatun Naashibah

بسم الله الرحمن الرحيم

عاملة ناصبة
“Aamilatun Naashibah”
(Amal-amal yang Hanya Melelahkan)

Ayat ke-3 surah Al-Ghaasyiyah...

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab seseorang disungkurkan ke neraka adalah sebab amalan yang banyak dan beragam tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun cara yang tidak sesuai dengan ajaran sunnah Rasul saw. AstaghfiruLlaahal ‘azhim…

Alkisah, ‘Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu menangis saat mendengar ayat ini disampaikan...

Alkisah juga, suatu hari Atha as-Salami, seorang tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,

“Ya, Atha' sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis. Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata,

“Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”

Tawaran itu dijawabnya,

“Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? Ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu".

"Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya".

"Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai ataukah tidak. Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan.

Maka bukan hanya dengan beramal sebanyak-banyaknya tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya.

Wallaahu a'lamu bish shawaab...

Tetaplah miliki stok husnuzhzhon

Seorang dokter bergegas masuk ke dalam ruang operasi.
Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya: "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?" labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, "Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS."

Kemudian ia menuju ruang operasi. Setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. "Syukurlah  keadaan anak anda kini stabil." Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata: "Suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan." Dokter tersebut berlalu.

"Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!" sang ayah berkata pada suster.

Sambil menunduk dan meneteskan air mata suster menjawab : "Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung."
Sambil menanggung malu Ayah tersebut terdiam....

JANGAN PΕRNΑН TERBURU2 MENILAI SESEORANG..
Tapi maklumilah bahwa tiap jiwa di sekeliling kita juga mungkin sekali menyimpan cerita kehidupan yang tak terbayangkan di benak kita...

Mungkin ada  air mata di balik setiap senyuman..
Αda  kasih sayang di balik setiap amarah..
Αda  pengorbanan di balik setiap ketidak pedulian..
Αda  harapan di balik setiap kesakitan..
Αda  kekecewaan di balik setiap derai tawa..

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yg telah diberikan dalam hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dengan segudang masalah.

Tersenyumlah..
Karena senyum mampu membasuh setiap luka.
Maafkanlah..
Karena maaf mampu menyembuhkan semua rasa.

Kamis, 01 Januari 2015

Aidh Al-Qorni tentang Wanita

Diantara kalimat indah Aidh al-Qarni tentang "Wanita"

اَلْأُنْثَى: كَالْقَهْوَةِ، إِذَا أَهْمَلْتَهَا أَصْبَحَتْ بَارِدَةً، حَتَّى فِيْ مَشَاعِرِهَا
Perempuan itu seperti kopi, jika engkau abaikan, ia menjadi dingin, sampai dalam hal cita rasanya.

عِنْدَمَا تَصْمُتُ الْأُنْثَى أَمَامَ مَنْ تُحِبُّ، تَأْتِي الْكَلِمَاتُ عَلَى هَيْئَةِ دُمُوْعٍ
Saat perempuan diam di depan orang yang ia cintai, maka muncullah banyak kata dalam bentuk air mata!!

اَلْأُنْثَى: فِي الْبِدَايَةِ تَخَافُ أَنْ تَقْتَرِبَ مِنْكَ، وَفِي النِّهَايَةِ تَبْكِيْ حِيْنَ تَبْتَعِدُ عَنْهَا، قَلِيْلٌ مَنْ يَفْهَمُهَا
Perempuan itu, pada mulanya takut untuk mendekatimu, namun pada akhirnya, ia menangis saat engkau menjauh darinya .. sedikit sekali orang yang memahaminya.

اَلْأُنْثَى: لَا تُرِيْدَ مِنْكَ الْمُسْتَحِيْلَ، هِيَ فَقَطْ تُرِيْدُكَ أَنْ تَكُوْنَ مِثْلَ الرَّجُلِ الَّذِيْ تَتَمَنَّاهُ أَنْتَ لِشَقِيْقَتِكَ
Perempuan itu tidak menginginkan kemustahilan darimu, dia hanya menginginkan agar engkau seperti lelaki yang engkau bayangkan tentang saudari kandungnya.

اَلْأُنْثَى: إِمَّا كَيْدٌ عَظِيْمٌ، أَوْ حُبٌّ عَظِيْمٌ! وَأَنْتَ مَنْ يُحَدِّدُ أَيُّهَا الرَّجُلَ، فَإِنْ مَكَرْتَ بِهَا مَكَرَتْ بِكَ، وَإِنْ أَحْبَبْتَهَا عَشِقَتْكَ
Perempuan itu tipu daya besar atau cinta agung, dan engkau lah yang menentukannya wahai lelaki..jika engkau membuat makar atasnya, diapun membuat makar kepadamu, dan jika engkau mencintainya, ia pun kasmaran terhadapmu

بِقَدْرِ مَا تُحِبُّ الْأُنْثَى هِيَ تَغَارُ، لِذَا أَيُّ أُنْثَى تَجُنُّ غِيْرَةً، هِيَ تَجُنُّ حُبًّا
Sesuai dengan tingkat cintamu kepada perempuan, seperti itulah ia cemburu, karenanya, apa saja yang membuat perempuan menjadi gila karena cemburu, itu juga yang membuatnya gila karena cinta.

Senin, 29 Desember 2014

Nasihat untuk Kehidupan yang Sesungguhnya

Di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah, ada sebuah nasihat yang sangat baik tentang Kehidupan yang sesungguhnya :

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu  akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban,
hal-hal yg disunnahkan,
sedekah rahasia,
merahasiakan amal shalih,
shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin"

(Diterjemahkan oleh Ust. Ainul Haris, semoga Allah mengampuninya)

Sabtu, 20 Desember 2014

Petani Jagung

Ada seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.�

Suatu hari, seorang wartawan melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda.

KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain,

begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain...,

Apa yang kita tanam, itulah yg kita petik kelak.

===========
Ingatlah, "khairun naas anfa'ahum linnaas" orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lain). Dan kebaikan kepada orang lain itu akan kembali kepada kita dengan kebaikan yang lebih baik.

Senin, 10 November 2014

Tetaplah Berhusnuzhzhon....

Dikisahkan bahwa suatu malam Sultan Murod Ar-Rabi` mengalami kegundahan yang sangat, dan dia tdk mengetahui sebabnya. Maka Sang Sultan memanggil kepala penjaga/sipir dan memberitahukan ttg keadaannya yg sedang gundah. Dan memang merupakan kebiasaan Sultan bahwa dia sering memeriksa keadaan masyarakat/rakyatnya secara sembunyi-sembunyi.

Maka Sultan berkata kpd Kepala Sipir : Mari kita keluar, jalan-jalan di antara penduduk (guna memeriksa dan memantau keadaan mereka). Mereka pun berjalan hingga sampailah di sebuah penghujung desa, dan Sultan melihat seorang pria tergeletak di atas tanah.
Sultan menggerak-geraknnya (untuk memeriksa) dan ternyata pria tersebut telah tewas. Namun anehnya orang-orang yang melintasi dan berlalu lalang di sekitarnya tidak memperdulikannya.

Minggu, 26 Oktober 2014

Jendela Rumah Sakit

Ada dua orang pria yang keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Selamat Tahun Baru 1436H

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1436H.


Di awal tahun baru ini mari kita perbaharui pemaknaan hidup kita dengan kembali memperdalam pemaknaan kita atas peristiwa hijrah Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.
Dari sisi bahasa, hijrah bermakna ‘berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya’. Ini dapat dimaknai sebagai hijrah makani... Pada masa Rasulullah SAW, terjadi tiga kali hijrah atas perintah Allah SWT. 



Hijrah yang pertama adalah terjadi karena di Mekkah kaum musyrikin terus melakukan tekanan, intimidasi, dan permusuhan kepada para pengikut Rasulullah SAW. hijrah pertama ini dilakukan oleh sebagian sahabat Nabi saw dari Mekkah ke Habasyah (Abbesinia, Ethiopia) dalam rangka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Rabu, 15 Oktober 2014

Teruslah Berdo'a...

KISAH nyata, terjadi di Pakistan. Seorang dokter ahli bedah terkenal (Dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata, Saya ini dokter special, tiap menit nyawa manusia bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam? Pegawai menjawab, Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.

Komitmen Tilawah Al-qur'an

Pengalaman menarik jadi admin.. Waktu grup awal terbentuk sangat menyenangkan.. Para member rame banget.. Kita bisa masuk grup odoj.. Bimbing kami ya, adminnya siapa??.. Caranya gimana nih.. Apa kita baca lewat tilp bergantian baca ato gimana nih.. Kita baca sama2 apa sendiri2.. Bla bla bla... Pokok intinya mereka bergembira..
Begitu mulai pembagian jatah juz semua semangat.. Langung tilawah langsung lapor kholas.. Waktu masih ada lelang juz, semua rebutan ambil lelang karena ingin bisa khatam grup tiap hari...
Lama2 sebagian member mulai mengendur semangatnya.. Mulai ada yg tanpa kabar beberapa hari, hrs di sms ato ditilp dulu.. Alasannya paket internet habis gak ada uang buat beli pulsa.. Ada lagi yg alasan hp error macem2 alasan..

Kamis, 02 Oktober 2014

Titik Batas Mastatho'tum

Adalah Abdullah Al Azzam. seorang syekh teladan dan panutan. Dihormati lagi disegani, oleh para muridnya.
Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,
“Ya syekh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum”?
Sang Syekh-pun membawa muridnya ke sebuah lapangan. Meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga, mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid akan berbeda. Satu putaran masih belum terasa. Putaran kedua berkurang tenaga. Kini mulai berguguran perlahan di putaran ketiga. Hingga tersisa beberapa saja yang masih berusaha sekuat tenaga. Hingga akhirnya satu persatu merasa lelah, menyerah. Mereka semuapun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Kamis, 14 Agustus 2014

Ibrah Thumamah

Thumamah bin Uthal adalah pepimpin suku (bani) Hanifah dari dareah penghasil gandum terbesar di jazirah Arab pada saat itu, Yamamah. Thumamah "didn't care" dengan perseteruan antara Quraisy Makkah dan Nabi Muhammad SAW di Madinah; sampai dia menerima surat "ajakan" untuk menyembah Allah oleh Rasulullah. Thumamah langsung naik pitam. Darahnya mendidih karena marah dengan kelancangan Rasulullah "memerintahkan" dia, Thumamah si pemimpin besar bani Hanifa!. Saking marahnya Thumamah mengadakan beberapa kali gerakan rahasia membunuh Nabi SAW. Thumamah tidak pernah berhasil membunuh Nabi tapi berhasil membunuh beberapa Muslimin.
Pada saat musim haji (note: jaman sebelum Rasulullah, orang Arab juga berhaji tapi ritualnya beda), Thumamah pergi untuk berhaji. Dia tidak sadar kalau salah arah. Tak dinyana, dia berkemah di daerah kekuasan kaum Muslimin Madinah. Akhirnya dia tertangkap dan dibawa ke Masjid Nabawi dan diikat disalah satu pilar Masjid. Tak ada seorangpun dari pasukan yang menangkap Thumamah tahu kalau orang yang ditangkap adalah Thumamah, pemimpin bani Hanifa, yang sering menyerang Rasulullah dan pengikutnya. 

Generasi Rabbani

Semoga cuplikan tulisan ini bermanfaat...
http://aceh.tribunnews.com/2014/01/10/generasi-rabbani
Generasi ‘Rabbani’
Oleh Abd. Gani Isa
LABEL rabbani menggambarkan generasi emas umat (golden age) Islam. Generasirabbani adalah generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi rabbani, generasi yang akan selalu berada di barisan terdepan dalam menegakkankalimatullah, menegakkan syariat Islam. Generasi rabbani menjadi teladan karena secara duniawi generasi ini adalah orang-orang yang kaya jiwa dan unggul dari sisi ketaqwaannya.
Dari segi bahasa, kata rabbani diambil dari kata dasar Rabb, yang artinya Sang Pencipta, Pengatur, dan Pelindung makhluk, yaitu Allah. Kemudian diberi imbuhan huruf alif dan nun (rabb + alif + nun = Rabbanii). Dengan imbuhan ini, makna rabbani adalah orang yang memiliki sifat sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Kata rabbani merupakan kata tunggal, untuk menyebut sifat satu orang. Sedangkan bentuk jamaknya adalahrabbaniyun.

Minggu, 02 Maret 2014

Jangan Menunggu

13 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
*************************
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum,  tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah,  tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak,  tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Kebahagiaan vs Pemberian

Seorang Syekh yang alim lagi berjalan-jalan santai bersama salah seorang di antara murid-muridnya di sebuah taman.
Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar:
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”
 
Blogger Templates