Social Icons

Rabu, 24 September 2014

Belajar dari Pohon Korma

Ada kata2 bijak kuno yang mengatakan bahwa " orang benar akan bertunas seperti pohon korma "
Pohon korma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dgn kondisi tanah yg kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon korma yg bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon korma dianggap sebagai pohon yg tahan banting.
Kekuatan pohon korma ada di akar2nya. Petani di Timur Tengah menanam biji korma ke dlm lubang pasir lalu ditutup dgn batu. Mengapa biji itu hrs ditutup batu ?  Ternyata, batu tsb memaksa pohon korma berjuang utk tumbuh ke atas. Justru krn pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tsb membuat pertumbuhan akar ke dlm tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan diatasnya.

Selasa, 02 September 2014

Teruslah menyebarkan kebaikan

Kisah Inspiratif......
Setiap selesai sholat jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku–buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.
***
Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.
Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, aku telah siap" ayahnya menjawab : "Siap untuk apa?" , ia berkata: "Untuk membagikan buku (seperti biasanya)", sang ayahpun berucap: "Suhu sangat dingin diluar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur", sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : "akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan".

Kamis, 14 Agustus 2014

Ibrah Thumamah

Thumamah bin Uthal adalah pepimpin suku (bani) Hanifah dari dareah penghasil gandum terbesar di jazirah Arab pada saat itu, Yamamah. Thumamah "didn't care" dengan perseteruan antara Quraisy Makkah dan Nabi Muhammad SAW di Madinah; sampai dia menerima surat "ajakan" untuk menyembah Allah oleh Rasulullah. Thumamah langsung naik pitam. Darahnya mendidih karena marah dengan kelancangan Rasulullah "memerintahkan" dia, Thumamah si pemimpin besar bani Hanifa!. Saking marahnya Thumamah mengadakan beberapa kali gerakan rahasia membunuh Nabi SAW. Thumamah tidak pernah berhasil membunuh Nabi tapi berhasil membunuh beberapa Muslimin.
Pada saat musim haji (note: jaman sebelum Rasulullah, orang Arab juga berhaji tapi ritualnya beda), Thumamah pergi untuk berhaji. Dia tidak sadar kalau salah arah. Tak dinyana, dia berkemah di daerah kekuasan kaum Muslimin Madinah. Akhirnya dia tertangkap dan dibawa ke Masjid Nabawi dan diikat disalah satu pilar Masjid. Tak ada seorangpun dari pasukan yang menangkap Thumamah tahu kalau orang yang ditangkap adalah Thumamah, pemimpin bani Hanifa, yang sering menyerang Rasulullah dan pengikutnya. 

Generasi Rabbani

Semoga cuplikan tulisan ini bermanfaat...
http://aceh.tribunnews.com/2014/01/10/generasi-rabbani
Generasi ‘Rabbani’
Oleh Abd. Gani Isa
LABEL rabbani menggambarkan generasi emas umat (golden age) Islam. Generasirabbani adalah generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi rabbani, generasi yang akan selalu berada di barisan terdepan dalam menegakkankalimatullah, menegakkan syariat Islam. Generasi rabbani menjadi teladan karena secara duniawi generasi ini adalah orang-orang yang kaya jiwa dan unggul dari sisi ketaqwaannya.
Dari segi bahasa, kata rabbani diambil dari kata dasar Rabb, yang artinya Sang Pencipta, Pengatur, dan Pelindung makhluk, yaitu Allah. Kemudian diberi imbuhan huruf alif dan nun (rabb + alif + nun = Rabbanii). Dengan imbuhan ini, makna rabbani adalah orang yang memiliki sifat sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Kata rabbani merupakan kata tunggal, untuk menyebut sifat satu orang. Sedangkan bentuk jamaknya adalahrabbaniyun.

Minggu, 02 Maret 2014

Jangan Menunggu

13 kata “JANGAN MENUNGGU” yg perlu dihindari:
*************************
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum,  tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah,  tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak,  tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Kebahagiaan vs Pemberian

Seorang Syekh yang alim lagi berjalan-jalan santai bersama salah seorang di antara murid-muridnya di sebuah taman.
Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar:
“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”

Minggu, 26 Februari 2012

Peran Nyata Sekolah dalam Dakwah

Seorang penulis, ulama, dan da'i terkenal, Prof. Dr. Taufiq Yusuf Al-Wa'iy, dalam bukunya yang berjudul "Fiqih Dakwah Ilallah" (judul aslinya "ad-Da'wah ilallah", terjemah Bahasa Indonesia diterbitkan oleh I'tishom) membahas secara khusus tentang peran nyata sekolah dalam dakwah. 

Prof. Al-Wa'iy menyatakan bahwa sekolah adalah titik pemberangkatan awal lahirnya para pionir kebangkitan Islam yang bergerak menyongsong masa depan yang cerah dan hari esok yang gemilang. Sekolah dapat membangun istana megah dan luas bagi Islam, mewujudkan cita-cita, dan merealisasikan harapan.

Para guru dan aktivis dakwah hendaknya mengoptimalkan aktivitasnya di sekolah, untuk membangun generasi qur'ani yang unik dan para pemuda yang teruji keimanan serta tekadnya. Sebab mereka adalah asset umat di masa depan, tentara kebenaran dan para pembelanya yang tidak akan terlalaikan oleh dunia, tidak tergoda dengan syahwat dalam menjalankan tugasnya yang agung, yaitu risalah Islam.
 
Blogger Templates