Social Icons

Sabtu, 16 Mei 2015

Rahasia Kebahagiaan

   وصية ﺍﻟﺸﻨﻘﻴﻄﻲ لابنه :
Wejangan syekh Asy syinqithi kepada anaknya
  "عن السعادة"
RAHASIA KEBAHAGIAAN
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)
Wahai ananda,  ulangi terus membaca Alquran,  jgn sampai melupakannya, kelak hari kiamat akan ada acara penghargaan yg tidak sama dg acara2 di dunia,  oleh karena itu jgn sampai salah,  padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah,  naiklah dan tartilkanlah.. "
جالس العلماء بعقلك 
Duduklah bersama ulama dg akalmu

وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dg ilmumu
وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dg etikamu
وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dg kelembutanmu
وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama org bodoh dg kemurahan hatimu
وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Allah dg mengingatNYA
وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dg nasihatmu
لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usa bersedih jika di dunia tidak ada yg menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada yg mengapresiasinya
حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar,  disamping memiliki keindahan yg bikin kita bahagia,  juga memiliki duri yg bikin kita tersakiti
ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yg ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya
وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yg bukan milikmu,  kamu tidak akan mampu meraihnya dg kekuatanmu
لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yg memiliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dr menggali aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia,  umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu trhadap kehidupanmu
كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemah lembutlah ketika bicara dg orang lain, krn  setiap org merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tdk mengetahuinya
كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
                "السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain

Senin, 20 April 2015

Husnuzhzhon Billah

Sewaktu dua bulan yang lalu saya menengok Naufal Ubaidillah, anak sulung kami, di tempat dia menimba ilmu, kami banyak saling bercerita. Salah satu cerita Naufal yang diceritakan adalah tentang satu cerita (fiktif) yang dulu pernah saya ceritakan padanya yang ternyata sangat melekat di dalam ingatannya, bahkan katanya dia ceritakan pada teman-temannya dari berbagai negara. Dan cerita itulah --salah satu-- yang menginspirasi Naufal untuk senantiasa dapat ber-husnuzhzhon (berprasangka baik) pada segala ketentuan Allah SWT.

Cerita yang dulu pernah saya sampaikan kepada Naufal itu adalah sebagai berikut :

Dikisahkan tentang persahabatan seorang Paneran dan seorang sahabat bijak. Pangeran ini memiliki hobby berburu ke hutan, dan dia selalu ditemani oleh sahabatnya tersebut. Pada suatu hari sang Pangeran ingin berburu dan mengajak serta sahabatnya sambil di temani para pengawal kerajaan menuju hutan. Di dalam perburuannya tersebut terjadi kecelakaan yang menyebabkan jari sang Pangeran terpotong karena kurang hati-hati dengan senjata yang didigunakannya. Darah pun mengucur dari jarinya yang terpotong, sahabatnya menghampiri sang Pangeran dan berkata “SEMOGA INI BAIK”.

Mendengar kata tersebut dari sahabatnya, sang Pangeran marah karena merasa diejek oleh sahabatnya, dan merasa bahwa sahabatnya tidak bersimpati dan berempatinya kepadanya. Kemudian Sang Pangeran memerintahkan pengawalnya untuk membawa dan memenjarakan sahabatnya ke dalam penjara kerajaan. Atas perlakuan sang Pangeran tersebut, sahabatnya itu mengatakan “SEMOGA INI BAIK” sebagaimana biasa ia katakan ketika menghadapi segala sesuatu kejadian, walaupun itu secara lahiriah terlihat tidak baik.

Suatu saat, sang Pangeran kembali ingin pergi berburu, namun karena sahabatnya sedang dipenjara, ia pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya. Hari itu sang Pangeran berburu di hutan yang sebelumnya belum pernah dia datangi, dan karena belum mengetahui seluk beluk hutan tersebut, sang Pangeran tersesat di hutan tersebut. Di dalam ketersesatannya, sang Pangeran tertangkap oleh kawanan manusia dari suku pedalaman yang ternyata memiliki kebiasaan aneh, yaitu biasa mengorbankan manusia untuk sesembahannya. Dan sang Pangeran tersebut juga akan dikorbankan oleh suku tersebut. Namun setelah diteliti, akhirnya sang Pangeran dibebaskan dan tidak jadi dijadikan korban oleh suku tersebut, karena syarat korban yang akan dikorbankan haruslah manusia yang secara fisik sempurna, dan kita tahu sang Pangeran tadi tidak sempurna karena salah satu jarinya telah terpotong.

Sang Pangerang sangat bergembira karena tidak jadi mati menjadi korban bagi sesembahan suku pedalaman itu. Maka teringatlah dia pada perkataan sahabatnya yang mengatakan "SEMOGA INI BAIK" ketika jarinya terpotong karena memang terbukti bahwa jarinya yang cacat itulah yang menyelamatkannya dari bahaya. Karena itu kemudian sang Pangeran memutuskan untuk membebaskan sahabatnya dari penjara dan memanggilnya untuk menghadap sang Pangeran.

"Wahai sahabatku, aku teringat ketika jariku terpotong, engkau mengatakan 'SEMOGA INI BAIK', dan ini terbukti dengan apa yang aku alami di hutan. Aku tidak jadi dikorbankan untuk sesembahan suku pedalaman karena fisikku yang tidak sempurna." "Namun aku ingin bertanya padamu, ketika engkau hendak aku penjarakan, engkau juga mengatakan 'SEMOGA INI BAIK', apa artinya itu?”. Sahabatnya berkata, "Kalau sekiranya aku tidak engkau penjarakan, tentu saja kemarin aku harus menemani engkau berburu ke hutan, dan mungkin aku sekarang sudah mati karena fisikku sempurna, sehingga memenuhi syarat untuk dijadikan korban".
--------------------------------

Yaaa...., begitulah kisah yang saya ceritakan kepada Naufal beberapa tahun yang lalu ketika dia sangat kecewa terhadap suatu keadaan yang menurut dia itu tidak baik untuk dirinya. Yaa..., ternyata diam-diam kisah itu yang menjadikan dia lebih bisa menerima kejadian itu. Dan bahkan membekas hingga kini.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqoroh : 216)

Rabu, 14 Januari 2015

Istighfarnya Nabi Ibrahim AS

Istighfarnya Nabi Ibrahim yg istimewa...

ربنا اغفرلي ولوالدي وللمؤمنبن

"Robbanaghfirli waliwalidayya walilmukminin" [QS. Ibrohim: 41]

(Ya Rabb kami, ampunilah aku, kedua orangtuaku, dan seluruh kaum mukminin).

Perbanyaklah beristighfar seperti ini, karena akan banyak sekali manfaat yg kita dapatkan.

1. Allah akan lebih mendengar istighfar kita, karena kita menggunakan istighfarnya 'kekasih' Allah ta'ala, Nabi Ibrohim alaihissalam.

2. Ini merupakan bentuk bakti kpd kedua orang tua, dan akan menjadikan keduanya BAHAGIA dan mulia di sisi-Nya.

3. Dengannya kita akan mendapatkan doa malaikat, krn kita telah mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. [HR. Muslim, 2732]

4. Kita akan mendapatkan pahala sebanyak jumlah kaum muslimin, karena kita telah memintakan ampun utk mereka semua. [Shohihul Jami', 6026]

5. Allah akan menambah kekuatan utk kita, karena kita beristighfar. [QS. Hud: 52].

6. Urusan-urusan kita akan dimudahkan Allah krn istighfar kita, sebagaimana dikatakan Ibnul Qoyyim rohimahullah. [Tibbun Nabawi, 155]

7. Allah akan melapangkan harta dan rezeki kita dg istighfar. [QS. Nuh: 10-12]

Semoga Allah memberikan kita taufiq, utk selalu bisa mengisi waktu kita dg banyak beristighfar dg istighfar ini kepadaNya, aamiin.

Tulisan Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA yang disebarkan di beberapa grup hikmah

Senin, 12 Januari 2015

Terus Berbuat Baik...

Saudaraku, pagi ini saya dapat kiriman kisah nyata yang menginspirasi untuk senantiasa berbuat baik..., mari kita simak

INSPIRING TRUE STORY

Suatu malam di suatu kota di Philadelphia, USA, sepasang suami-istri sepuh masuk ke sebuah hotel kecil. Mereka bertanya kepada resepsionis di situ...

Suami : Apakah masih ada kamar untuk kami berdua ...?

Resepsionis: Maaf sekali Pak, kamar kami penuh semua dan kebetulan di kota ini sedang ada 3 events besar, sehingga semua hotel penuh ...

Suami : Oooh, baiklah kalau begitu ...

Resepsionis : Tetapi saya tidak mungkin menolak Bapak & Ibu serta menyuruh pergi di tengah malam begini sementara di luar hujan badai... Kalau berkenan, bapak dan ibu boleh menginap di kamar saya. Segera saya akan membereskan kamar saya...

Suami & istri : ... (mengangguk tanda setuju) Terima kasih anak muda... Thank you, young man! 

Dua tahun berlalu, dan resepsionis tadi hampir melupakan kejadian itu, ketika menerima surat yang mengingatkannya pada malam hujan badai tersebut.

Lelaki muda ini diminta datang mengunjungi pasangan tersebut di New York & terlampir tiket pesawat pulang-pergi untuk-nya ...

Di New York, laki-laki tua itu membawanya ke sudut 5th Avenue & 34th Street, lalu menunjuk sebuah gedung baru yang megah, sebuah istana dengan batu kemerahan dan menara  (tower) yang menjulang ke langit... Sebuah sky scraper mewah.

Lelaki tua : Itu adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk Anda kelola...

Resepsionis: ha ha...ha.Anda pasti sedang bercanda ...

Lelaki tua: ... Sure, saya tidak sedang bergurau.

Nama lelaki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah Waldorf-Astoria Hotel.

Resepsionis itu, adalah Mr. George C. Boldt yg akhirnya menjadi CEO dari jaringan WALDORF-ASTORIA HOTEL yang kini berdiri di hampir seluruh kota-kota besar di seluruh dunia.

================

Moral kisah ini :

Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik kepada siapa-pun, kapan-pun & dimana-pun...

Al-’Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di mengatakan, “Dan apa saja yang kalian nafkahkan/infakkan, berupa nafkah yang wajib ataupun mustahab/sunnah, untuk kerabat, tetangga, orang miskin, anak yatim, atau selainnya, maka Dia akan menggantinya. Karenanya, janganlah kalian menyangka berinfak itu mengurangi rezeki. Bahkan Allah –Dzat yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya– berjanji akan memberi ganti kepada orang yang berinfak. Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya, maka mintalah rezeki dari-Nya dan berupayalah menempuh sebab-sebab yang diperintahkan-Nya kepada kalian.” (Tafsir Al-Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan)

Belajar Konsep Rizki dari Tukang Rujak

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko.

Beliau saya pinjamkan tempat duduk dari dalam toko. Masih penuh gerobaknya dengan buah-buah tertata rapi.

Kulihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah alquran. Beliau begitu tekun dengan Al-Qurannya.

Sampai jam setengah 11 hujan tak kunjung berhenti.

Saya mulai risau karena sepi pembeli.

Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma.

Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” Kataku sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba…

“Ya.. Kalau gak abis ya risiko, Bu… Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng daripada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Ya Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu sama Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki, Bu…”

“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan .. Makasih yaa ,Bu…” katanya.

(kisah hikmah dari grup hikmah)

Sabtu, 10 Januari 2015

Aamilatun Naashibah

بسم الله الرحمن الرحيم

عاملة ناصبة
“Aamilatun Naashibah”
(Amal-amal yang Hanya Melelahkan)

Ayat ke-3 surah Al-Ghaasyiyah...

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab seseorang disungkurkan ke neraka adalah sebab amalan yang banyak dan beragam tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun cara yang tidak sesuai dengan ajaran sunnah Rasul saw. AstaghfiruLlaahal ‘azhim…

Alkisah, ‘Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu menangis saat mendengar ayat ini disampaikan...

Alkisah juga, suatu hari Atha as-Salami, seorang tabi`in bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,

“Ya, Atha' sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis. Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata,

“Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”

Tawaran itu dijawabnya,

“Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? Ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu".

"Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya".

"Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis.”

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai ataukah tidak. Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan.

Maka bukan hanya dengan beramal sebanyak-banyaknya tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya.

Wallaahu a'lamu bish shawaab...

Tetaplah miliki stok husnuzhzhon

Seorang dokter bergegas masuk ke dalam ruang operasi.
Ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya: "Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau, nyawa anak saya terancam jika tidak segera di operasi?" labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, "Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS."

Kemudian ia menuju ruang operasi. Setelah beberapa jam ia keluar dengan senyuman di wajahnya. "Syukurlah  keadaan anak anda kini stabil." Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tersebut berkata: "Suster akan membantu anda jika ada yang ingin anda tanyakan." Dokter tersebut berlalu.

"Kenapa dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!" sang ayah berkata pada suster.

Sambil menunduk dan meneteskan air mata suster menjawab : "Anak dokter tersebut meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi anak anda. Sekarang anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung."
Sambil menanggung malu Ayah tersebut terdiam....

JANGAN PΕRNΑН TERBURU2 MENILAI SESEORANG..
Tapi maklumilah bahwa tiap jiwa di sekeliling kita juga mungkin sekali menyimpan cerita kehidupan yang tak terbayangkan di benak kita...

Mungkin ada  air mata di balik setiap senyuman..
Αda  kasih sayang di balik setiap amarah..
Αda  pengorbanan di balik setiap ketidak pedulian..
Αda  harapan di balik setiap kesakitan..
Αda  kekecewaan di balik setiap derai tawa..

Semoga bermanfaat agar kita menjadi manusia dengan rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dengan apa yg telah diberikan dalam hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dengan segudang masalah.

Tersenyumlah..
Karena senyum mampu membasuh setiap luka.
Maafkanlah..
Karena maaf mampu menyembuhkan semua rasa.

 
Blogger Templates